15 Comments

  1. Kecos Dewar
    September 23, 2020 @ 12:30 pm

    Bang posisi dimana? Bang punya bibit santigi? Saya mau beli

    Reply

  2. Arifin setiawan
    September 23, 2020 @ 12:30 pm

    Bagus mas lebih baik jgn di sebut kan tempat ny,,

    Reply

  3. 19VC- I Made Gunadi
    September 23, 2020 @ 12:30 pm

    Ingatlah untuk menjaga agar lestari, kalau ingin memilikinya cukup minta bijinya saja πŸ™‡β€β™‚οΈ

    Reply

  4. Ende Kreatif
    September 23, 2020 @ 12:30 pm

    Itu sNtigi gunung bro..

    Reply

  5. Mart Channel
    September 23, 2020 @ 12:30 pm

    Bang ditmpat itu sudah gundul .. di wakatobi intinya ditempat saya itu masih banyak tpi tetap dilarang.. makanya sy brkunjung kechanel ini sya kira medi apa untuk membudidaya santigi…trnyata hanya skedar mamperlihatkan santiginya.. sedikit kecewa dgn judulnya.. tpi tetap sy like..

    Reply

  6. Yohanes Kuswahyudi
    September 23, 2020 @ 12:30 pm

    Halo Bang, Saya guru. Saya suka ngajar anak anak ttg hydroponik. Pi saya juga tertarik santigi. Jadi Pemphis acidula/santigi tu masuk dalam kelompok mangrove, dan dia hidup d depan di area terrestrial (di atas garis pasang). akarnya jenis aerial adventitious artinya dia punya akar udara, dan akar lain bisa tumbuh di batang maupun di cabang ( ini untuk mengatasi kalau banjir dan polusi air agar tidak stress). Hidup di garis paling depan tepi laut dia hrs bertahan dari air garam laut yang akan meracuni atau mematikan . Maka sistem akarnya punya filter untuk membuang garam sampai 90%. dia akan memfilter air garam pas air pasang dan hanya air segar dg kandungan sedikit garam masuk ke akar dan kemudian d bawa ke batang ranting dan daun. Daunya tebal karena dia harus bertahan dari panas matahari di waktu air surut. maka kandungan air di daunya melimpah(tebal). kecukupan kandungan air ini d atur oleh Na( sodium).Dia juga kena semprotan uap air laut sehingga garam masuk juga lewat pori2 daun(stomata) Nah ini tugas Cl(chlor) untuk buka tutup stomata dan memompa keluar kelebihan kadar garam yang masuk.jadi dia perlu Calcium carbonate ( batu kapur untuk bertahan dr ombak angin dan kandungan chlornya di perlukan daun untuk memompa kelebihan garam.. Pas surut santigi bisa bertahan dg air yang d batu saja karena persediaan air cukup untuk fontosintesis ( sodium, carbon dioksida, sinar matahari,dan hydrogen). jadi menarik loh kehidupan santigi……trus di bikin video tanpa merusak tanaman om…..kita perlu contoh yang beginian…

    Reply

  7. Ida Ma Arip
    September 23, 2020 @ 12:30 pm

    BONSAI ROCK ….METAL …..KERRAAAASSS …HUUUUUUAAAAHHH ROOOOCCCKKKK…..MENGINGATKANKU SAAT TH 80 AN RAMBUT GONDRONG SEGONDRONG DAUN SANTIGI KARANG …..SALAM ROCK METAL BONSAI SAM DARI NGALAM BONSAI ….LANJUT !!!!

    Reply

  8. Mringsang Mn
    September 23, 2020 @ 12:30 pm

    Di sebar luaskn la bang untuk mendongkrak pariwisata, klo ada tangan nakal hajar saja bang,

    Reply

  9. Eko Sunanda
    September 23, 2020 @ 12:30 pm

    Asalamualaikum.. mas bos lokasi di mana mas habitat santigi itu? minta no wa njenegan boss..πŸ™

    Reply

  10. Bude Enwin
    September 23, 2020 @ 12:30 pm

    Bentuk daunnya tebal kaku mirip suculen ya bang… ???

    Reply

  11. Nanang Prast
    September 23, 2020 @ 12:30 pm

    Itu jenis santigi merunduk, tumbuhnya menjalar dan gak bisa tumbuh tegak. Aq cuma punya 1 aja bahan santigi jenis ini mas…. Mau dong dikirimi bijinya…. πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™

    Reply

  12. Agus Kenceng
    September 23, 2020 @ 12:30 pm

    Subur makmur omkuπŸ‘πŸ‘πŸ‘

    Reply

  13. Mang We
    September 23, 2020 @ 12:30 pm

    Kasian sekali hanya itu yang tersisa..

    Reply

  14. Alit Suwanjaya
    September 23, 2020 @ 12:30 pm

    Saya dekat dgn lokasi ini Bang…
    Semoga masih bisa tetap lestari di alamnya πŸ™

    Reply

  15. Andrian Budi P.
    September 23, 2020 @ 12:30 pm

    Lokasi mana itu om?

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *